Wednesday, 18 February 2015

49 Kilometer Jalur Lintas Barat Sumatera Terancam Ambles ke Laut

Yuliardi Hardjo Putro


Bengkulu - Jalan sepanjang 49,5 kilometer di jalur lintas barat (Jalinbar) Sumatera terancam ambles ke laut akibat abrasi pantai. Titik kerusakan berada di Provinsi Bengkulu.

Ancaman abrasi itu tersebar di lebih dari 20 titik ruas jalan yang menghubungkan Bengkulu-Sumatera Barat dan Bengkulu-Lampung. Kepala Balai Wilayah Sumatera 7, Hastina Zulkarnain mengatakan, dari sepanjang 525 kilometer wilayah pesisir Bengkulu, 49,5 kilometer di antaranya dinyatakan rusak berat dan mengancam jalan nasional.

Kondisi ini, kata dia, diakibatkan oleh abrasi dan tipikal daratan Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

"Hasil riset kami menyatakan, laju abrasi terjadi di Bengkulu rata-rata per tahun menggerus daratan mencapai 3,84 meter. Ini sudah masuk kategori berat dan kritis kalau tak segera ditangani," ujar Hastina di Bengkulu, Selasa, 17 Februari 2015.

Meski jumlah panjang lintasan jalan rusak mencapai 49,5 kilometer, namun baru 1,3 kilometer yang tengah dalam proses perbaikan. Anggarannya masuk dalam APBN 2015 dengan total anggaran Rp 38 miliar.

Angka itu baru bisa memperbaiki lima titik wilayah rawan abrasi, yaitu Pantai Urai, Kabupaten Bengkulu Utara sepanjang 200 meter, Pantai Punggur, Kabupaten Mukomuko sepanjang 250 meter, Pantai Ipuh, Kabupaten Mukomuko sepanjang 200 meter, Pantai Panjang, Kota Bengkulu sepanjang 400 meter. Lalu Pantai Merpas, Kabupaten Kaur sepanjang 250 meter, Pantai Maras, dan Kabupaten Seluma sepanjang 400 meter.

Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Benny Ardiansyah menyebutkan, rata-rata per harinya laju abrasi di kawasan pesisir Bengkulu mencapai 10-30 sentimeter per hari. Abrasi juga disebabkan aktivitas pertambangan dan kerusakan di wilayah pesisir.

"Kecepatan abrasi akan signifikan terjadi bila di sebuah kawasan itu terdapat aktivitas perusakan bibir pantai seperti tambang pasir dan batu," ujar Benny.

Berdasarkan data Walhi, ada 128 desa yang bermukim memanjang di sepanjang 525 kilometer pesisir Bengkulu. Mulai dari Kabupaten Mukomuko yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, hingga Kabupaten Kaur berbatasan dengan Provinsi Lampung.

Icardi Akui Mirip Dengan Batistuta

Bola.net


Surabaya - Striker Inter Milan Mauro Icardi rupanya menjadikan pemain legendaris Argentina Gabriel Batistuta sebagai panutan dalam bermain di lapangan hijau. Icardi pun menilai dirinya begitu mirip dengan Batistuta.

Layaknya Batistuta, Icardi juga punya teknik olah bola yang bagus, jago mencetak gol dan sangat bagus dalam di duel udara. Di musim ini pemain berusia 21 tahun itu sudah mencetak 18 gol dari 30 penampilan di semua ajang kompetisi bersama Nerazzuri.

"Orang-orang membandingkan saya dengan Batistuta dan dia adalah pemain yang saya ikuti," tutur Icardi kepada Daily Record.

"Saya memiliki teknik yang hebat, tembakan yang bagus dan cukup baik di udara. Saya pikir saya banyak miripnya dengan dia."

Inter sendiri sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Glasgow Celtic dalam babak 32 besar Liga Europa, Jumat (20/02) dini hari WIB mendatang.

Tampil Topless di Majalah V, Selena Gomez Dikritik

Alissa Safiera


Jakarta - Makin banyak saja majalah editorial yang menampilkan selebriti topless untuk edisi Maret 2015 kali ini. Setelah sebelumnya Kendall Jenner, Kim Kardashian dan Miranda Kerr tampil tanpa atasan untuk majalah Love, kini giliran Selena Gomez yang berpose topless untuk cover V Magazine.
Seperti artis muda lainnya yang memulai karier sebagai artis cilik (sebagai bintang di serial Disney), Selena terlihat bertransformasi mencari jati dirinya beberapa tahun terakhir ini. Dari yang dulu terlihat manis dan lugu, sampai akhirnya tampil seksi serba terbuka untuk menunjukkan pada dunia dirinya sudah dewasa (tak jauh berbeda dengan Miley Cyrus).
Sayangnya langkah yang diambil Selena kali ini dengan tampil topless di cover majalah, tak memberi kesan baik bagi banyak orang. Penyanyi dan aktris 22 tahun yang 'berubah' menjadi sosok Lolita di pemotretan terbaru itu justru membuat dunia media sosial berkomentar 'pedas' terhadap penampilannya.
Mantan kekasih Justin Bieber itu tampil polos hanya dengan celana pendek denim dan tangan menutupi dadanya. Selena tampil dengan rambut keriting besar yang terinspirasi dari tahun '80-an. Ditambah lagi dengan anting lingkaran besar dan pita sebagai aksesorinya.
Di foto lainnya, terlihat majalah V ikut mengangkat tren terbaru di tahun ini, yaitu bandana sebagai aksesori leher. Tren yang mulai populer di tahun '80-an sampai '90-an itu ditawarkan kembali oleh beberapa desainer saat pekan mode New York Fall/Winter 2015 berlangsung pekan ini. Desainer seperti Wes Gordon, Coach dan Cynthia Rowley memiliki pemikiran yang sama untuk membawa kembali tren ini di masa sekarang. Sedangkan Selena kali ini tampil dengan bandana dari Chanel di koleksi Spring/Summer 2015.
Kembali ke penampilan Selena yang kini menjadi kontroversi, penyanyi 'Come and Get It' itu mendapat banyak kritikan dari dunia maya seperti Twitter. "Sangat mengganggu melihat pose topless @selenagomez untuk @vmagazine?" tulis salah seorang pengguna Twitter.
Banyak yang menyebut Selena terlihat seperti anak 12 tahun di penampilannya kali ini. "Tak bisa bilang apakah sampul V Selena Gomez memintanya begitu atau karena ia memiliki wajah seperti bayi?"
Komentar lainnya menulis: "Ummm...ini sedikit mengerikan. Tak hanya karena ia terlihat seperti umur 12, mereka juga mendandaninya seperti anak 12 tahun. Topi dan pita-pita itu dengan rambut besar sambil pose topless, sama sekali tidak bagus."
Terlepas dari segala kritik yang menghujaninya, di majalah V terbaru itu, Selena diwawancara oleh aktor James Franco; yang juga bermain bersamanya di film Spring Breakers. Ketika membahas tentang mantan kekasihnya, Justin Bieber, Selena menyatakan hubungannya telah benar-benar usai kini.
"Aku berusia 18 tahun saat itu, dan ia adalah cinta pertamaku. Semakin tua, aku semakin bisa mengerti. Ketika kamu masih muda dan orang-orang banyak memberitahumu banyak hal..itu seperti kalian saling memiliki dan dunia tak mendukung kalian. Sangat aneh namun juga luar biasa. Aku tak akan memintanya lagi di tahun-tahun berikutnya. Kita hidup dan kita belajar, kau tahu?" tutur Selena.

Tuesday, 17 February 2015

'Kami Tidak Kaget AS Jadi Tersangka'

Muhammad Nur Abdurrahman




Jakarta - Lembaga Anti Corruption Committee (ACC), LSM anti korupsi yang dibentuk Ketua KPK Abraham Samad (AS) ketika masih menjadi aktivis anti korupsi di Makassar, menganggap penetapan Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen kependudukan oleh Polda Sulselbar, tidak mengagetkan. Semua sudah diprediksi.

"Penetapan ini tidak mengagetkan kami, karena ini bagian upaya-upaya rekayasa hukum lewat kriminalisasi KPK, ini gerakan jauh hari, kepolisian atau penyidik sudah jadi alat kekuasaan untuk melemahkan KPK lewat kriminalisasi, sengaja diungkit, mencari-cari kesalahan," ujar Abdul Azis, anggota Badan Pekerja ACC yang juga Direktur LBH Makassar, selasa (17/2). 

Aziz menambahkan, pihaknya sudah jauh hari mengantisipasi penetapan tersangka AS dengan membentuk Tim Taktis, tim advokasi yang beranggotakan jaringan alumni LBH dari berbagai kota untuk melakukan upaya-upaya hukum pembelaan pada KPK, seperti mempertimbangkan upaya praperadilan atas penetapan AS jadi tersangka.

"Semua tersangka kan bisa melakukan upaya praperadilan, sudah ada contohnya, kami akan melakukan upaya-upaya hukum, sepanjang kepolisian tidak disalahgunakan untuk jadi alat penguasa, karena upaya hukum apa pun digunakan, kalau begini gayanya, tidak ada gunanya, sepanjang kepolisian bisa kembali ke hakikatnya untuk mengayomi rakyat, bekerja profesional dan mandiri, melakukan penegakan hukum, bukan jadi alat politik untuk menyalahgunakan kekuasaan," pungkas Azis.

Nyetir Mercy E63 AMG S Serasa Naik Jet Coaster

Hasan Al Habshy

Surabaya - Di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, Mercedes-Benz sempat memperkenalkan sedan berperforma tinggi, E63 AMG untuk pasar Indonesia. Sedan dengan dimensi panjang 4892 mm, lebar 1873 mm dan tinggi 1450 mm ini membuat penasaran untuk merasakan bagaimana performanya.

Berbagai kondisi menantang dihadapi mulai dari jalanan ramai hingga jalan yang cukup kosong.

Miss DIY Terpilih sebagai Miss Indonesia 2015

Metrotvnews.com


Jakarta - Miss Indonesia 2014 Maria Rahajeng (kanan) bersama Miss World 2014 Rolene Strauss (kiri) menyematkan mahkota kepada Miss Daerah Istimewa Yogyakarta Maria Harfanti yang terpilih sebagai Miss Indonesia 2015 saat malam puncak perhelatan kontes kecantikan tersebut di Jakarta, Selasa (17/2/2015) dini hari. Sementara itu Savina Wibowo dari Sumatera Selatan menjadi runner up pertama, dan Yona Luvitalice dari Papua yang menjadi runner up kedua.

Banderol iPhone Ini Setara dengan Beli Pulau

Rachmatunisa


Jakarta - Harga iPhone 6 saja sudah terbilang mahal, apalagi jika smartphone premium besutan Apple ini dibuat dari emas murni 24 karat dan ditaburi berlian di sepanjang sisi dan logo buah apelnya.

"Ini mungkin ponsel paling eksklusif yang pernah ada di dunia saat ini. Saya bisa katakan, harganya setara dengan membeli sebuah pulau kecil," kata founder Goldgenie Laban Roomes seperti dilansir Mail Online, Selasa (17/2/2015).

Goldgenie sendiri bukan pertama kalinya membuat iPhone mewah. Meski mahal, nyatanya ponsel balutan emas hasil karya perusahaan milik Laban ini punya pangsa pasar yang lumayan di segmen premium.

Nah, edisi iPhone mewah kali ini, diberi nama Diamond Ecstasy iPhone. Smartphone ini bisa dipesan sesuai keinginan si konsumen apakah ingin berbalut material emas, platinum atau sentuhan rose gold.
Pembeli juga bisa memilih berlian atau batu mulia apa yang ingin ditaburkan di ponsel mereka, sesuai selera.

Pembeli juga bisa memilih berlian atau batu mulia apa yang ingin ditaburkan di ponsel mereka, sesuai selera.

Para pelanggan Goldgenie, berasal dari pengusaha dan selebriti papan atas. Sebut saja Victoria Beckham, Frank Lampard, Elton John, bahkan Usain Bolt.

Jadi kalau dengan membeli pulau saja sudah merasa kaya, itu belum seberapa. Kalau benar-benar tajir, Goldgenie menantang para miliuner membeli gadget seharga sebuah pulau ini. Diamond Ecstasy iPhone bisa dipesan dengan banderol USD 3,51 juta atau setara Rp 44 miliar.

Monday, 16 February 2015

Susun Strategi untuk Pilkada, PPP Gelar Mukernas Pekan Depan



Dalam acara tersebut, hadir seluruh komisoner KPU dan komisioner Bawaslu, Jakarta, (21/10/14).

Jakarta - Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang rencananya digelar pada 2015 mendatang, sejumlah persiapan kini mulai dilakukan sejumlah partai politik. Salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
PPP versi Musyawarah Nasional Surabaya ini akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada 17-19 Februari 2015 mendatang guna mempersiapkan para kadernya bertarung di Pilkada 2015.
"Partai akan memprioritaskan pengusungan kader. Jika hal itu sulit dipenuhi, tidak menutup kemungkinan akan bekerja sama dengan partai lain dalam mengusung kader sebagai calon kepala daerah," kata Ketua Steering Committee Mukernas PPP, Isa Muchsin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (15/2/2015).
Isa menambahkan, dalam Mukernas tersebut pihaknya juga akan membahas kebijakan mengenai kader muda yang berpeluang memimpin PPP di daerah.
"Untuk daerah umurnya maksimal 50 tahun, dan untuk DPP umurnya maksimal 40 tahun," ucap dia.
Sementara itu, Ketua DPP PPP versi Munas Surabaya Arman Remy mengatakan, kader yang akan disiapkan partainya guna menghadapi pilkada serentak yaitu kader Munas Surabaya. Menurutnya, hal itu berdasarkan ketentuan pada Surat Keputusan (SK) Menkumham Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tanggal 28 Oktober, yang menyebut kubu Romahurmuziy lah yang sah.
"Waktu itu kita ketemu KPU, Bawaslu, dan DKPP. Kami mengacu pada legalitas formal yaitu PPP yang didukung oleh Menkumham," kata Arman.
Arman menambahkan, pihaknya juga mengundang kader PPP kubu Djan Faridz nantinya dalam pelaksanaan Mukernas. Arman menyebut dalam mukernas nanti pihaknya terbuka bila mereka datang dan berpartisipasi.
"Kita undang semua, KMP, KIH, silakan hadir. Mereka (kubu Djan Faridz) diundang sebagai kader juga, soal dia datang atau nggak terserah mereka," tambah Arman.