Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Wednesday, 18 November 2015

Buntut Teror di Paris, Suporter Anderlecht Dilarang Masuk Monako

Meylan Fredy Ismawan


Monako - Serangan teror di Paris beberapa hari lalu membuat pemerintah Monako memperketat keamanannya. Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, mereka melarang suporter Anderlecht masuk wilayah mereka.

"Pemerintah Monako telah membuat keputusan untuk melarang kehadiran suporter Anderlecht di wilayahnya, dan sebagai konsekuensinya di Stade Louis II pada Kamis, 26 November, 2015, tanggal pertandingan antara kedua tim di Liga Europa," tulis AS Monaco dalam pernyataannya yang dikutip Reuters.

"Keputusan ini menyusul peristiwa yang terjadi di Paris, mendorong kerajaan Monako untuk meningkatkan kewaspadaannya dan memprioritaskan mobilisasi pasukan polisi."

Monaco menyatakan bahwa UEFA dan Anderlecht telah mendukung keputusan ini.

Setelah serangan di Paris pada Jumat (13/11) lalu menewaskan 129 orang dan melukai ratusan lainnya, hasil investigasi mengidentifikasi seorang warga negara Belgia sebagai otak dari serangan tersebut. Tersangka utama sampai saat ini masih menjadi buronan.

Anderlecht sendiri merupakan satu dari dua klub Belgia yang tampil di fase grup Liga Europa. Mereka tergabung di Grup J bersama Monaco, Tottenham Hotspur, dan Qarabag.

Saturday, 27 June 2015

Start dari Posisi 8, Lorenzo Siap untuk Tantangan Berat di Assen

Doni Wahyudi



Assen - Saat peluang untuk merebut puncak klasemen terbuka sangat lebar, Jorge Lorenzo justru dapat posisi start kurang oke di MotoGP Belanda. Memulai balapan dari posisi delapan diakuinya tak memuaskan.

Lorenzo datang ke Sirkuit Assen dengan kepercayaan diri tinggi setelah merebut empat kemenangan beruntun di empat seri sebelumnya. Torehan tersebut membuat dia cuma tertinggal satu angka saja dengan Valentino Rossi yang bercokol di puncak klasemen.

Namun dalam sesi kualifikasi yang dilangsungkan Jumat (26/6/2015) malam WIB, rider asal Spanyol itu seakan harus kembali menjejak tanah. Dia cuma berada di posisi delapan.

"Disayangkan start yang didapat besok tapi saya pikir motor saya bekerja dengan baik. Saya hanya harus memahami dua sektor (lintasan) dan sedikit memperbaiki catatan waktu di sana. Tapi kecepatan di FP4 sangat baik saat menggunakan ban lama. Saya hanya harus melakukan start dengan baik dan sedikit demi sedikit dengan kesabaran mencoba mendahului pebalap lain yang harusnya punya kecepatan lebih rendah," sahut Lorenzo dalam konferensi pers usai kualifikasi.

Memulai balapan dari urutan delapan adalah hasil kualifikasi terburuk Lorenzo musim ini. Faktanya, ini adalah kali pertama sejak Aragon 2014 dia berada di posisi start baris ketiga.

"Itu tergantung bagaimana saya start dengan kopling. Jika bagus, mungkin saya bisa mendahului beberapa pebalap sejak start. Di lap pertama atau kedua kami akan mencoba mencari titik pengereman terbaik untuk mendahului mereka. Pastinya ini adalah posisi start terburuk, berada di baris ketiga, tapi di depan saya menunggu tantangan yang bagus. Jadi saya akan mencoba menghadapinya dengan sebaik yang saya bisa."

"Saya harap mereka (Valentino Rossi dan Marc Marquez) terlibat pertarungan sengit. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Satu-satunya target saya adalah menyalip pebalap lain secepatnya dan tidak membuat kesalahan. Itu tidak mudah, tapi saya pikir kami siap melakukannya," terang Lorenzo seperti dikutip dari Crash.

Lorenzo saat ini cuma tertinggal satu angka dari Rossi di puncak klasemen. The Doctor akan memulai balapan dari posisi terdepan.

Sunday, 10 May 2015

Kvitova Juara Usai Kalahkan Kuznetsova

Meylan Fredy Ismawan


Madrid - Petra Kvitova tampil sebagai juara turnamen Madrid Terbuka. Petenis Republik Ceko itu berhak mengangkat trofi setelah mengalahkan Svetlana Kuznetsova di babak final.

Menghadapi Kuznetsova di Caja Magica, Sabtu (9/5/2015), Kvitova meraih kemenangan yang relatif mudah dalam waktu 66 menit. Dia menang dua set langsung dengan skor 6-1, 6-2.

Kvitova merebut sembilan game berturut-turut untuk unggul 6-1, 4-0. Meski Kuznetsova memenangi dua game berikutnya, itu tak cukup untuk menghalangi Kvitova menyudahi permainan.

Kvitova membukukan 33 winner sepanjang pertandingan. Unggulan keempat itu juga cuma membuat 14 unforced error.

Bagi Kvitova, ini adalah gelar keduanya di Madrid Terbuka. Sebelumnya, dia juga berjaya pada tahun 2011. Petenis 25 tahun itu kini telah mengoleksi 16 gelar dalam kariernya.

"Ini adalah pekan yang menakjubkan bagi saya dan saya sangat senang bisa jadi juara untuk kedua kalinya di atas lapangan yang indah ini," ucap Kvitova yang dikutip Reuters.

Jokowi Berharap PON Papua Jadi Awal Kebangkitan Olahraga Indonesia

Mega Putra Ratya


Jayapura - Presiden Jokowi melakukan pemasangan tiang pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Jokowi berharap penepatan PON Papua bisa membangkitkan olahraga Indonesia.

"Tanah Papua perlu dibangun, tidak hanya fisiknya tapi jiwa dan raganya. Dan penetapan PON Papua merupakan awal kebangkitan olahraga di Indonesia terutama di wilayah timur," ujar Jokowi dalam sambutanya di Kampung Harapan, Sentani, Papua, Sabtu (9/5/2015).

Jokowi mengatakan pembangunan fasilitas PON ini memiliki arti yang penting, bukan hanya bagi orang Papua tetapi juga bagi masa depan keolahragaan di Indonesia. Sehingga seiring dengan pembangunan ini juga akan dibangun infrastruktur penghubung antara Papua dengan provinsi lain di Indonesia timur.

"Karena nanti setelah dari Jayapura saya akan ke Manokwari untuk meresmikan Papua-Maluku-Sulawesi cable system yang akan meningkatkan konektivitas telekomunikasi antara Papua dengan wilayah-wilayan lain di Indonesia," katanya.

Pemerintah telah menyediakan anggaran Rp 10 triliun untuk pembangunan fasilitas PON 2020. Anggaran sebesar itu merupakan urunan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten.

"Ini berarti tinggal pembagian anggaran pusat berapa, daerah berapa. Ini segera kita putuskan supaya bisa diselesaikan dan tidak ada halangan," tutur presiden.

Presiden Jokowi mengenakan baju warna putih lengan panjang celana hitam disambut Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Papua.

Sebagaimana diketahui sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menpora No. 0110 tahun 2014 tertanggal 2 April 2014, Papua telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON ke-20, tahun 2020 mendatang.

Tuesday, 5 May 2015

Lorenzo Tercepat, Rossi Kedua

Okdwitya Karina Sari


Jerez - Setelah menjadi kampiun dalam balapan, pebalap Yamaha Jorge Lorenzo juga terdepan dalam sesi ujicoba resmi yang bertepatan di hari ulang tahunnya ke-28. Valentino Rossi finis kedua.

Pada ujicoba di Sirkuit Jerez yang digelar Senin (4/5/2015) waktu setempat, Lorenzo mencatatkan waktu lebih cepat dari rekan setimnya itu dengan selisih 0,042 detik dengan melahap 52 lap. Sedangkan Rossi melakukan putaran lebih banyak dengan 66 lap.

Pebalap Suzuki Aleix Espargaro memimpin sampai sesi siang. Cal Crutchlow yang menggeber LCR Honda sempat memuncaki waktu terbaik sebelum digeser Lorenzo.

Juara bertahan MotoGP Marc Marquez tidak banyak beraksi. Marquez, yang masih cedera, pada awalnya menyatakan tidak akan berpartisipasi tapi Honda mengungkapkan pebalapnya itu akan melakukan sejumlah putaran untuk menjajal swing-arm yang baru.

Sementara itu tim Ducati tidak ambil bagian. Tim pabrikan Italia itu memilih melakukan tes sendiri di Mugello. Demikian dikutip Crash.


Hasil Tes MotoGP Jerez:

1. Jorge Lorenzo Yamaha 1m38.508s 52
 2. Valentino Rossi Yamaha 1m38.550s +0.042s 66
 3. Cal Crutchlow LCR Honda 1m38.814s +0.306s 64
 4. Aleix Espargaro Suzuki 1m38.890s +0.382s 63
 5. Marc Marquez Honda 1m38.968s +0.460s 31
 6. Bradley Smith Tech 3 Yamaha 1m39.339s +0.831s 41
 7. Yonny Hernandez Pramac Ducati 1m39.357s +0.849s 56
 8. Scott Redding Marc VDS Honda 1m39.370s +0.862s 105
 9. Maverick Vinales Suzuki 1m39.475s +0.967s 79
10. Pol Espargaro Tech 3 Yamaha 1m39.654s +1.146s 45
11. Alvaro Bautista Gresini Aprilia 1m39.766s +1.258s 53
12. Stefan Bradl Forward Yamaha 1m39.887s +1.379s 52
13. Danilo Petrucci Pramac Ducati 1m39.892s +1.384s 60
14. Nicky Hayden Aspar Honda 1m39.909s +1.401s 73
15. Eugene Laverty Aspar Honda 1m40.101s +1.593s 73
16. Loris Baz Forward Yamaha 1m40.186s +1.678s 59
17. Jack Miller LCR Honda 1m40.248s +1.740s 64
18. Hector Barbera Avintia Ducati 1m40.260s +1.752s 52
19. Hiroshi Aoyama Honda 1m40.342s +1.834s 60
20. Karel Abraham AB Honda 1m40.654s +2.146s 63
21. Mike di Meglio Avintia Ducati 1m41.085s +2.577s 62
22. Marco Melandri Gresini Aprilia 1m41.825s +3.317s 19

Wenger Sebut Beda Arsenal & Chelsea Ada di Mental

Fathur Rahman


Malang - Arsene Wenger mengklaim bahwa Arsenal selevel dalam hal kualitas dengan Chelsea, namun kalah untuk urusan mental.

Musim ini, Arsenal mampu mendatangkan sejumlah pemain berkualitas. Contohnya saja Alexis Sanchez dan Danny Welbeck. Sayang, performa mereka sempat tak stabil di pertengahan musim. Walau demikian, mereka kini mampu masuk empat besar liga dan berpeluang menduduki posisi runner-up.

Sementara itu, Chelsea mampu menguasai puncak klasemen sejak awal kompetisi musim ini dimulai. Ketika ditanya apakah perbedaan antara timnya dengan tim Jose Mourinho itu lebih terletak di sisi mental ketimbang teknik, inilah jawaban Wenger.

"Ya. Chelsea adalah tim yang sangat kuat. Saya tak memungkiri hal tersebut," jawabnya seperti dilansir The Guardian.

Manajer asal Prancis itu menambahkan, walau kalah dari Chelsea, namun timnya telah mampu membuat kemajuan dan berharap prestasi Arsenal lebih baik ketimbang musim ini.

"Hal yang akan menjadi menarik adalah memulai sebuah awal baru dan melihat di mana kami berdiri musim depan. Kami merasa bahwa kami mampu mendekati pemimpin klasemen. Prestasi itu akan menjadi tantangan bagi kami sejak awal di musim depan. Mari tunjukkan bahwa skuat ini berkualitas dan mampu bersaing untuk meraih titel juara," pungkasnya.

Satria Muda dan Pelita Lolos ke Semifinal



Pemain Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu, berusaha melewati hadangan pemain Aspac dalam lanjutan pertandingan basket NBL Championship Series di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senin (4/5).

Jakarta - Dua klub ibu kota Satria Muda Britama Jakarta dan Pelita Jaya Energi Mega Persada lolos ke semifinal IndiHome NBL Indonesia setelah menang susah payah. Bertanding di Hall Basket Senayan, Senin (4/5/2015), Satria Muda menang 59-53 atas Aspac Jakarta.

Pertemuan dua musuh bebuyutan ini berlangsung sengit sejak awal laga. Aspac sempat unggul di kuarter pertama dengan 11-15. Keunggulan ini gagal dipertahankan di kuarter kedua. Satria Muda bisa berbalik unggul saat jeda 29-24.

Solidnya pertahanan Satria Muda membuat Aspac kesulitan mengejar ketertinggalan. Hingga kuarter empat berakhir, Satria Muda terus unggul. Klub milik Erick Thohir ini pun berhak lolos ke semifinal.
Sementara itu, Pelita Jaya lolos dengan sangat dramatis. Mereka menang 55-54 atas CLS Knight Surabaya. Point guard Kelly Purwanto jadi pahlawan Pelita. Kelly melakukan steal penting di detik terakhir dan kemudian memasukkan dua poin penentu kemenangan.

Pelita nyaris kalah di laga ini. Ketika pertandingan tersisa 23 detik lagi, mereka masih tertinggal 50-54. Amin Prinhantono menghidupkan peluang dengan tembakan tiga angkanya saat kuarter keempat menyisakan 22 detik.

CLS yang memegang bola berpeluang menambah poin. Sial bagi CLS, Mario Wuysang melakukan turn over. Bola dicuri Kelly yang kemudian dengan mudah melakukan lay-up. Pelita pun menang dengan selisih satu bola saja.

"Kemungkinan saya memang 50-50 antara bisa steal Mario Wuysang dan foul. Ternyata bola Mario bisa diambil dan berhasil cetak poin," kata Kelly usai pertandingan .
Aspac dan CLS masih bisa lolos ke semifinal. Selasa (5/5/2015), mereka harus berjuang melawan Stadium Jakarta dan Hangtuah Sumsel IM.

Thursday, 16 April 2015

Gasak PSG, Barcelona Langkahkan Satu Kaki ke Semifinal

Krisna Octavianus

Luis Suarez saat merayakn golnya ke gawang PSG

Paris - Duel seru tersaji di leg pertama babak perempat final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain kontra Barcelona, Kamis 16 April dini hari WIB. Azulgrana sudah menjejakkan satu kaki mereka di semifinal setelah mampu gasak tuan rumah dengan skor 3-1.

Meski bertindak sebagai tim tamu, Barcelona tampak menikmati pertandingan yang dilangsungkan di Parc des Princes ini. Sejak awal laga, mereka mampu mengusai bola dan menekan PSG.

Barca unggul cepat saat pertandingan memasuki menit ke-18. Neymar mampu mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil memanfaatkan umpan terobosan Lionel Messi. Skor 1-0 untuk keunggulan La Blaugrana.

Nasib sial menimpa PSG saat sang kapten, Thiago Silva terpaksa tidak dapat melanjutkan permainan karena mengalami cedera. Ia digantikan oleh David Luiz.

Sampai wasit Mark Clattenburg meniup peluit tanda babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Barcelona bertahan.

Pada babak kedua, Les Parisiens mulai keluar untuk menyerang guna memaksakan gol penyama kedudukan. Akan tetapi, penguasaan bola Barcelona tidak mampu dibendung anak asuh Laurent Blanc.

Bukannya mencetak gol, PSG malah kembali kebobolan. Kali ini, Luis Suarez yang menjadi aktornya. Ia berhasil melawati tiga pemain PSG sebelum akhirnya mampu mencetak gol pada menit ke-67. Skor 2-0 untuk keunggulan Barca.

Seakan tak puas dengan keunggulan 2-0, Barca kembali mampu menambah gol. Lagi-lagi Suarez berhasil bobol gawang PSG yang dijaga Salvatore Sirigu. Tendangan placing-nya mampu mengecoh Sirigu dan skor berubah menjadi 3-0 pada menit ke-79.

Dua menit berselang, Edinson Cavani dkk mampu memperkecil kedudukan. Mereka berhasil membuat skor berubah menjadi 1-3 saat Jeremy Mathieu melakukan gol bunuh diri. Gol itu terjadi saat bek asal Prancis itu salah mengantisipasi tendangan keras Gregory van der Wiel pada menit ke-82.

Gol bunuh diri Mathieu tadi jadi yang terakhir pada pertandingan ini. Dengan hasil ini, maka Barca berhasil melangkahkan satu kaki mereka ke semifinal.

Berikut susunan pemain PSG vs Barcelona:

PSG: Sirigu; Van der Wiel, Marquinhos, Silva (David Luiz '21), Maxwell; Rabiot (Lucas Moura '65), Cabaye, Matuidi; Lavezzi, Cavani, Pastore.

Barcelona: Ter Stegen; Montoya (Adriano '80), Pique, Mascherano, Alba; Busquets, Rakitic (Mathieu '74), Iniesta (Xavi '53) ; Messi, Suarez, Neymar.

Tuesday, 14 April 2015

Selama Absen, Lahm Tetap Pantau Performa Bayern

Alfa Mandalika

Penggawa Bayern Muenchen tengah berlatih.

Muenchen - Belum lama ini, Phillip Lahm harus beristirahat untuk memulihkan cedera pergelangan kakinya. Butuh waktu yang lama untuk bisa kembali tampil bersama rekan-rekan di lapangan.

Meski begitu, Lahm tetap setia menjalani semua kegiatan untuk mengembalikan kondisinya seperti sedia kala. Ia juga mengaku, di waktu senggangnya, ia tetap memantau permainan Bayern.

"Tim selalu menemukan motivasi yang tepat serta memiliki energi yang benar-benar mengesankan. Setelah istirahat musim dingin, mungkin ada dua atau tiga pertandingan di mana kami tidak bermain dengan baik. Tapi, itu situasi yang normal," ungkap Lahm.

"Anda tidak bisa bermain di tingkat paling oke di sepanjang musim, tapi Anda bisa melihat kami berhasil melewati tantangan yang ada. Sangat menyenangkan bagaimana kami bisa bermain dengan sistem yang berbeda serta gaya yang berbeda," papar Lahm.

Saat ini, tim polesan Pep Guardiola masih memimpin klasemen Bundesliga dengan raihan 70 poin. Di ajang Liga Champions 2014-15, Bayern akan memainkan laga perempat final kontra FC Porto.

'Manchester United Harus Pertahankan De Gea'

Fathur Rahman


Malang - Mantan pemain Manchester United, Gary Neville mengungkapkan bahwa mantan timnya harus melakukan segalanya untuk mempertahankan David de Gea.

Nama De Gea memang santer dikabarkan akan hengkang dari Old Trafford musim panas nanti. Real Madrid disebut sebagai tim yang sangat berhasrat mendatangkan mantan kiper Atletico Madrid tersebut.

Dan dikatakan Gary Neville, The Red Devils harus sekuat tenaga mempertahankan kiper 24 tahun tersebut. Namun bila tak mampu, United harus menjualnya ke Real Madrid dengan kesepakatan yang menguntungkan.

"United perlu untuk mencoba dan mempertahankannya. Tapi bila mereka tak bisa, hanya ada satu klub yang bisa anda bayangkan dapat mendatangkannya. United harus mengambil sesuatu dari mereka," ujarnya.

"Tapi saya harus katakan, MU harus melakukan segala upaya untuk mempertahankannya. Di semua klub, bila anda tak memiliki rasa nyaman di posisi kiper, itu hanya akan mendatangkan kecemasan, kegelisahan sepanjang musim. Dan De Gea telah tampil fantastis," tandasnya.

Sunday, 12 April 2015

Ditahan Sevilla, Barcelona-Real Madrid Hanya Selisih 2 Poin

Okky Herman Dilaga

Aksi striker Barcelona, Lionel Messi (kanan), pada laga melawan Sevilla di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Sabtu (11/4/2015).

SEVILLA - Barcelona ditahan imbang 2-2 oleh Sevilla laga Divisi Primera yang berlangsung di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Sabtu (11/4/2015).

Hasil ini membuat Barcelona mengumpulkan 75 poin dari 31 pertandingan. Barcelona kini hanya unggul dua poin dari Real Madrid yang berada di urutan kedua klasemen. Adapun Sevilla menempati urutan kelima dengan 62 poin.

Tampil dengan trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, Barcelona langsung melancarkan serangan ke daerah pertahanan Sevilla. Tak lama pertandingan berjalan, Barcelona sudah membuka keunggulan pada menit ke-14.

Adalah Messi yang sukses membobol gawang Sevilla. Setelah menerima umpan Neymar, tendangan melengkung Messi tak mampu dihentikan penjaga gawang Sevilla, Sergio Rico.

Memasuki menit ke-31, giliran Neymar yang mencatatkan nama di papan skor. Tendangan bebas pemain asal Brasil itu melesat mulus ke gawang Sevilla. Sementara kiper Sergio Rico hanya terperangah melihat gawangnya kembali koyak.

Sevilla akhirnya mampu memperkecil skor pada menit ke-38. Tembakan keras Ever Banega dari luar kotak penalti menghunjam deras gawang Claudio Bravo. Skor 2-1 untuk Barcelona bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, keunggulan Barcelona gagal dipertahankan. Memasuki menit ke-84, Sevilla berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Kevin Gameiro. Pertandingan berakhir 2-2.

Susunan pemain

Sevilla: 29-Sergio Rico; 23-Coke, 21-Nicolas Pareja, 6-Daniel Carrico, 2-Benoit Tremoulinas; 19-Ever Banega, 4-Grzegorz Krychowiak; 22-Aleix Vidal, 12-Victor Iborra (25-Stephane M'Bia 70), 20-Vitolo (10-Jose Antonio Reyes 70); 9-Carlos Bacca (7-Kevin Gameiro 75)

Pelatih: Unai Emery

Barcelona: 13-Claudio Bravo; 22-Daniel Alves, 3-Gerard Pique, 24-Jeremy Mathieu, 18-Jordi Alba; 4-Ivan Rakitic, 5-Sergio Busquets, 8-Andres Iniesta (7-Pedro Rodriguez 86); 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez, 11-Neymar (6-Xavi Hernandez 74)

Pelatih: Luis Enrique

Wasit: Juan Martinez

Tuesday, 7 April 2015

Pellegrini Sesalkan Gol Pembuka Palace yang Offside

Okdwitya Karina Sari


London - Manchester City semakin tertinggal dari Chelsea dalam persaingan titel juara liga setelah dikalahkan Crystal Palace 1-2. Manuel Pellegrini mengeluhkan gol pertama Palace yang dinilainya offside.

Bertandang ke Selhurst Park, Selasa (7/4/2015) dinihari WIB, The Citizens secara keseluruhan mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola 74:26 persen. City juga melepaskan 22 percobaan (4 on target) sedangkan Palace 5 percobaan (3 on target).

Di setengah jam pertama, City begitu gencar membombardir pertahanan Palace. Akan tetapi justru tim tuan rumah yang berhasil menciptakan gol pembuka di menit ke-34 lewat Glenn Murray.

City merasa gol itu tidak sah, dengan mengklaim bahwa Murray dan Scott Dann berada dalam posisi offside dalam prosesnya. Tapi wasit tidak menyatakan demikian.

Efisiensi Palace menghasilkan gol kedua di awal babak kedua yang diciptakan oleh Jason Puncheon. City hanya bisa menciptakan sekali gol balasan yang dibuat Yaya Toure di menit ke-78.

Kekalahan ini membuat City gagal kembali ke posisi kedua klasemen. City kini menempati peringkat keempat di bawah Arsenal kedua, dan Manchester United ketiga dengan 61 poin, tertinggal sembilan poin dari Chelsea, yang masih memiliki satu pertandingan sisa.

"Kami memainkan sebuah pertandingan yang bagus dari awal sampai akhir dan memiliki banyak sekali peluang. Kami kalah karena mereka (Palace) mencetak sebuah gol offside dan sebuah tendangan bebas yang cantik," manajer City itu kepada Sky Sports.

"Saya tidak ingin mmbicarakan ini dengan wasit, bukan kewajiban manajer untuk menganalisa wasit," sambung Pellegrini.

"Anda (jurnalis) yang bertanya kepada saya mengapa kami kalah dan saya ulangi lagi, karena sebuah gol offside dan sebuah gol dari tendangan bebas yang cantik," lugas dia.

Mourinho Suntik Semangat Fabregas

Ferril Dennys


LONDON - Manajer Chelsea, Jose Mourinho, tetap membela Cesc Fabregas terkait permainan gelandang asal Spanyol tersebut yang menurun pada putaran kedua musim ini.

Meskipun telah mencetak 15 assist dari 21 laga di Premier League, Fabregas tampil tak memuaskan pada putaran kedua musim ini. Gelandang asal Spanyol tersebut hanya mampu mencetak satu gol dari 13 laga di semua kompetisi. Performa buruk Fabregas pun mulai menuai kritik.

Meski begitu, Mourinho mengaku tetap bahagai dengan penampilan Fabregas dan menegaskan bahwa ia memiliki peran penting di skuad The Blues.

"Saat sejumlah orang menulis bahwa Fabregas telah menurun karena mengacu jumlah assist yang tidak sama, jumlah assist mungkin tidak sama karena pemain yang menerima assistnya gagal mencetak gol. Menurut saya, dia bermain luar biasa bagi kami. Saya tidak meragukan peran pentingnya bagi kami di dalam tim," kata Mourinho.

Selain Fabregas, media Inggris juga ramai menyorot menurunnya performa gelandang asal Serbia, Nemanja Matic.

"Adapun soal Matic, dia pernah dihukum dan setelah menyelesaikan hukumannya, dia mengalami cedera saat merayakan gelar juara Piala Liga Inggris. Jadi, dia belum berada dalam kondisi terbaiknya. Dia absen selama dua atau tiga pekan sehingga dia membutuhkan waktu (untuk kembali ke performa terbaik). Namun, saya selalu berpikir bahwa stabilitas sangat penting dalam tim dan Anda tidak perlu melakukan perubahan penting pada bulan April," ulas Mourinho.

Romeu Siap Angkat Kaki dari Stamford Bridge

Patrick Pinaria


Stuttgart - Oriol Romeu tampaknya sudah tak betah lagi tinggal di Chelsea. Gelandang asal Spanyol itu kini sudah bersiap-siap untuk angkat kaki dari Stamford Bridge.

Karier Romeu bersama Chelsea memang berjalan tidak mulus. Ia jarang mendapat kesempatan bermain di tim inti The Blues hingga akhirnya harus berpetualang ke klub lain untuk mendapat jam terbang lebih banyak.

Sejak dua musim belakangan, Romeu dipinjamkan ke Valencia dan Stuttgart. Saat ini, ia tengah bermain untuk Stuttgart.

Di klub asal Jerman itu, karier Romeu tampak lebih menjanjikan. Sejauh ini, ia sudah tampil dalam 17 laga Stuttgart. Usai masa peminjaman habis, Romeu akan mengambil langkah tegas untuk masa depannya bersama Chelsea.

"Pada Juni, saya akan berbicara dengan Chelsea untuk mengetahui niat mereka. Usai dua musim dipinjamkan, saya berharap mendapatkan stabilitas bermain. Setiap pemain membutuhkan perkembangan," kata Romeu.

Romeu direkrut Chelsea dari Barcelona pada musim 2011/12 yang saat itu masih ditukangi Andre Villas Boas. Romeu sepakat menandatangi kontrak yang berdurasi empat tahun dengan nilai transfer lima juta Euro.

Saturday, 4 April 2015

Hadapi Mantan Klub, Gotze Siap Habis-Habisan




Selebrasi gelandang Borussia Dortmund Mario Gotze sesuai mencetak gol menghadapi VfL Wolfsburg pada partai lanjutan Bundesliga di Signal Iduna Park, Dortmund, 5 November 2011.

Hadir sebagai musuh, pria berusia 22 tahun itu mengaku siap menerima kritikan dan sindiran saat bermain di Signal Iduna Park. Pasalnya, nama Gotze mulai bersinar saat ia masih berseragam Dortmund.

"Anda harus terbiasa dengan itu. Itu adalah kondisi yang normal dalam setiap pertandingan sepak bola," ujarnya menutup pembicaraan.

Tuesday, 31 March 2015

Menpora Berharap Timnas U-23 Ulangi Sukses Libas Korsel


Malang - Timnas Indonesia U-23 akan bertemu Korea Selatan U-23 pada laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 Grup H di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (31/3) besok.

Laga tersebut merupakan penentuan dalam perebutan posisi juara grup yang otomatis meraih tiket Piala Asia U-23 2016 di Qatar. Karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi meminta Garuda Muda bermain maksimal, tampil lepas dan tidak gentar dengan nama besar Tim Negeri Ginseng.

Bahkan, Cak Imam berharap Evan Dimas dan kawan-kawan bisa mengulang sukses melibas Korsel seperti yang ditunjukkan saat memperkuat Timnas Indonesia U-19. Beberapa pemain yang kini memperkuat Timnas U-23 saat ini, memang merupakan jebolan Timnas U-19 yang pernah mengalahkan Korsel di Kualifikasi Piala Asia U-19. Seperti, Evan Dimas, Ilhamudin Armaiyn, Zulfiandi dan Muchlis Hadi Ning.

"Kita tentu mengakui bahwa di atas kertas Korsel lebih diunggulkan karena mereka tim langganan Piala Dunia. Namun, kemenangan Evan Dimas dkk 3-2 atas Korsel pada Kualifikasi Piala Asia U-19 sekitar dua tahun lalu, membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam olahraga. Keyakinan dan optimisme untuk menang, harus ada sejak dalam pikiran," tegasnya.

Garuda Muda wajib menang di laga pamungkas untuk bisa menjadi juara Grup dan otomatis lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2016. Sebab, hasil seri tidak cukup menyalip Korsel di puncak klasemen karena memiliki produktivitas gol lebih baik. Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua setelah menang 5-0 atas Timor Leste dan 2-0 atas Brunei. Sementara Korsel juga dua kali menang, yakni 5-0 atas Timor Leste dan 3-0 atas Brunei.

"Untuk memberi dorongan semangat kepada pemain, saya harapkan seluruh warga turut mendoakan Timnas. Bahkan bila perlu, penuhi stadion GBK untuk membakar semangat tempur Garuda Muda. Saya tetap mengingatkan agar para penonton tetap tertib, apapun hasil di lapangan nanti," tambah Menpora.

Jika menang atas Korsel, Indonesia akan otomatis melaju ke putaran final di Qatar. Namun seandainya kalah atau seri, Indonesia sebenarnya masih berpeluang lolos sebagai satu dari lima runner-up grup terbaik. Namun, predikat itu harus menunggu hasil akhir dari pertandingan grup-grup lain.

"Kita semua berharap Timnas lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2016. Sebagai juara Grup atau runner up terbaik tidak masalah. Hanya saja, dalam menghadapi tim tangguh selalu memberikan pelajaran tersendiri, dan menjadi kebanggaan besar jika kembali bisa mengunggulinya," pungkasnya.

Monday, 23 March 2015

Suarez Bawa Barcelona Menangi El Clasico

Rendy Renuki H

Luis Suarez mencetak gol kedua Barcelona di laga El Clasico melawan Real Madrid

Barcelona - Luis Suarez berhasil membawa Barcelona mengungguli Real Madrid 2-12 pada laga El Clasico La Liga Spanyol pekan ke-28 di Stadion Camp Nou, Senin 23 Maret dini hari.

Madrid langsung menggebrak Barca lewat serangan cepat Ronaldo di menit awal pertandingan. Namun, Rakitic masih bisa merebut bola dari kakinya. Tempo tinggi langsung tersaji di laga sarat gengsi ini.

Barca gantian melakukan serangan ke pertahanan Madrid melalui trio penyerang meraka Messi, Suarez, dan Neymar. Namun, barisan pertahanan Madrid yang digalang Pepe dan Ramos masih mampu menghalau serangan Barca.

Publik tuan rumah bergemuruh di menit ke-19 usai Jeremy Mathieu membobol gawang Iker Casillas. Situasi bola mati melalui sepakan Messi yang langsung mengarah ke depan gawang Cassilas berhasil dimanfaatkan Mathieu. 1-0 Blaugrana memimpin sementara.

Madrid coba membalas ketinggalan lewat beberapa serangan, namun masih gagal di lini tengah permainan. Justru Neymar membuat peluang bagi Barca lewat sontekannya, sayang masih terlalu lemah.

Cristiano Ronaldo akhirnya unjuk gigi dengan menyamakan kedudukan di menit ke-31. Berawal dari serangan balik cepat, Karim Benzema  dan Ronaldo melakukan kerjasama apik. Benzema yang memberikan umpan pendek berhasil disambar Ronaldo ke gawang Claudio Bravo. 1-1 Madrid menyamakan kedudukan.

Hingga akhir laga, belum ada peluang matang yang kembali tercipta bagi kedua kubu. Skor 1-1 masih tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, kembali kedua kesebelasan memainkan pertandingan dengan tempo cepat. Bumbu-bumbu emosi ala El Clasico pun tampak terlihat di awal babak kedua ini. Total sudah sebanyak enam kartu kuning telah keluar dari saku wasit hingga menit ke-48 ini.

Barca kembali mendapat peluang lewat serangan balik Neymar dan Suarez yang tinggal berhadapan dengan Pepe. Sayang, Neymar tak dapat mengejar bola dan Pepe berhasil mengamankannya. Masih sama kuat skor antara kedua kesebelasan.

Publik Camp Nou kembali bergemuruh di menit ke-56 lewat gol Luis Suarez. Sang striker yang mendapat umpan panjang dari Dani Alves berhasil mengontrol bola dengan baik. Sejurus kemudian, Suarez langsung menendang bola ke tiang jauh yang tak dapat di halau Casillas. 2-1 Barca kembali memimpin sementara atas Madrid.

Barca kembali mendapat beberapa peluang lewat kaki Neymar. Sayang, Neymar yang bermain terlalu individu gagal mengkonversi sejumlah peluang menjadi gol.

Hingga wasit meniup peluit akhir, Madrid tak mampu mengejar ketinggalan mereka. Barca sukses mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen La Liga dengan torehan 68 poin. Sementara, berkat kekalahan ini maka Madrid kini terpaut empat poin di belakang Barca.

Susunan pemain:

Barcelona: Bravo -  Mathieu - Dani Alves - Pique - Jordi Alba - Mascherano - Iniesta - Rakitic - Messi -  Suarez - Neymar

Madrid: Casillas - Sergio Ramos - Pepe - Marcelo - Daniel Carvajal - Modric - Bale - Kroos - Isco - Cristiano Ronaldo - Karim Benzema

Injak De Gea, Skrtel Dibela Rodgers

Okdwitya Karina Sari


Liverpool - Martin Skrtel terlibat perseteruan dengan David de Gea menjelang berakhirnya pertandingan Liverpool vs Manchester United. Brendan Rodgers yakin Skrtel tak sengaja menginjak kiper MU itu.

Pada awalnya Skrtel mengejar bola di dalam kotak penalti, De Gea buru-buru keluar dari sarangnya dengan maksud mengintersepsi. Setelah bola berhasil ditangkap, kaki kanan Skrtel terlihat menginjak betis kanan De Gea sebelum melompati badan pemain lawannya itu.

De Gea emosi dan mengonfrontasi bek tengah Liverpool itu. Sebelum situasi bertambah buruk, wasit Martin Atkinson dan Antonio Valencia memisahkan kedua pemain.

Insiden ini luput dari pengamatan wasit sehingga Skrtel lolos dari hukuman. Namun, diyakini bek Slovenia tersebut bisa saja terkena retrospective action.

"Saya sudah melihat insiden Martin Skrtel," kata manajer Liverpool itu kepada Sky Sports. "Bolanya bergulir tapi tampak lebih buruk dalam tayangan lambat."

"Sepertinya Skrtel mencoba mencukil bola tapi bolanya keburu ditangkap kiper. Martin bukanlah tipe pemain seperti itu, dia cuma telat sepersekian detik saja," bela Rodgers.

Ini hanya menjadi salah satu dari insiden yang terjadi dalam laga panas di Anfield. Sebelumnya, Steven Gerrard diganjar kartu merah saat jeda dan Mario Balotelli terlibat perseteruan dengan Chris Smalling saat berebut bola. 


Thursday, 12 March 2015

Pesta Gol Bayern Usai Maksimalkan Awal Sempurna

Kris Fathoni W


Munich - Bayern Munich melenggang ke perempatfinal Liga Champions berkat pesta gol di partai leg kedua atas Shakhtar Donetsk, dengan salah satu momen kunci langsung lahir di menit-menit awal.

Setelah partai leg pertama lalu berakhir imbang tanpa gol, laga leg kedua di Allianz Arena, Kamis (12/3/2015) dinihari WIB, diprediksi akan berjalan cukup alot.

Akan tetapi, pada akhirnya Bayern justru tampil sangat digdaya di kandang sendiri usai meluluhlantakkan Shakhtar yang datang bertamu dengan tujuh gol tanpa balas.

Die Roten membuka pesta tersebut di awal-awal laga menyusul sebuah pelanggaran dari Olexandr Kucher terhadap Mario Goetze di area terlarang. Akibatnya Kucher mendapatkan kartu merah dan Bayern pun mendapat tendangan penalti yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Thomas Mueller.

Selain Mueller yang kemudian bikin gol lagi di babak kedua, Bayern mencetak gol-gol lain melalui Jerome Boateng, Franck Ribery, Holger Badstuber, Robert Lewandowski, dan Goetze.

"Penalti dan kartu merah setelah tiga menit jelas sempurna buat kami dan kami memaksimalkannya dengan baik," ujar Badstuber.

"Kami kemudian mencetak gol kedua yang kami inginkan dan setelah itu semuanya jadi lebih mudah," lanjut bek Bayern itu seperti dilansir Reuters.

Thursday, 5 March 2015

UEFA Denda Roma, Beri Ljajic Peringatan

Kris Fathoni W


Nyon - AS Roma mendapatkan sanksi berupa denda dari UEFA. UEFA juga memberikan peringatan kepada pemain Roma Adem Ljajic.

Roma didenda 10 ribu Euro (sekitar Rp 144 juta) setelah penundaan kick-off ketika menyambangi markas Feyenoord dalam partai leg kedua babak 32 besar Liga Europa pada akhir Februari lalu.

Saat itu dugaan adanya pelecehan rasial terhadap pemain Roma, Gervinho, dari para suporter tuan rumah membuat pertandingan di De Kuip tidak dimulai tepat pada waktunya.

Pelecehan rasial tersebut, berupa lemparan balon pisang ke arah lapangan, juga berimplikasi pada perayaan gol dari Ljajic yang kini berbuntut peringatan dari UEFA--sebagaimana diwartakan Reuters.

Ljajic, yang mencetak gol pertama Roma dalam kemenangan 2-1 tersebut, merayakan dengan cara berlari ke arah kubu suporter Feyenoord sembari menunjuk ke arah Gervinho sebagai tanda mendedikasikan gol buat rekan setimnya tersebut.

Tindakan Ljajic tersebut dinilai UEFA seperti hendak memprovokasi para suporter tuan rumah. Sempat diduga akan mendapat denda atau hukuman larangan tampil, ia akhirnya cuma dapat teguran.

Sementara Feyenoord, yang akhirnya dikandaskan Roma dengan agregat 2-3, juga dikabarkan menghadapi kemungkinan mendapat hukuman dari UEFA. Sport Live menyebut keputusan terhadap klub Belanda itu akan keluar pada 19 Maret depan.